Menulis artikel ilmiah yang berkualitas adalah satu hal, tetapi mengirimkannya ke jurnal nasional adalah hal lain. Banyak penulis, dosen, peneliti, bahkan mahasiswa tingkat akhir, sudah menghabiskan waktu berbulan-bulan menyusun naskah, namun akhirnya menerima keputusan desk rejection hanya karena kesalahan teknis saat submit. Padahal, kesalahan-kesalahan tersebut umumnya bisa dihindari jika penulis memahami alur dan persyaratan yang berlaku.
Artikel ini adalah seri pertama dari lima artikel yang membahas kesalahan umum saat submit artikel ke jurnal nasional. Fokus seri ini adalah panduan langkah demi langkah, mulai dari persiapan sebelum submit hingga memantau status naskah setelah dikirim. Tujuannya sederhana: membantu Anda mengurangi risiko penolakan yang tidak perlu dan meningkatkan peluang naskah masuk ke tahap review yang sesungguhnya.
Langkah 1: Pahami Karakter dan Ruang Lingkup Jurnal Sebelum Submit
Kesalahan paling mendasar adalah mengirim naskah ke jurnal yang tidak sesuai dengan topik atau ruang lingkupnya. Setiap jurnal nasional memiliki scope dan focus yang biasanya dijelaskan di halaman About atau Aims and Scope. Jika artikel Anda tentang pendidikan, jangan kirim ke jurnal yang fokus pada teknik sipil, meskipun sama-sama terakreditasi.
Sebelum submit, lakukan hal berikut:
- Baca halaman Aims and Scope dan pastikan topik Anda relevan.
- Periksa jenis artikel yang diterima, apakah research article, review, atau short communication.
- Lihat beberapa terbitan terakhir untuk memahami gaya dan kedalaman pembahasan yang diharapkan.
- Cek apakah jurnal menerima artikel dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, atau keduanya.
Langkah ini terlihat sederhana, tetapi banyak penulis melewatkannya karena tergesa-gesa. Akibatnya, naskah ditolak sebelum masuk ke tahap review karena dianggap tidak sesuai dengan fokus jurnal.
Langkah 2: Sesuaikan Format Naskah dengan Template Jurnal
Setiap jurnal nasional biasanya menyediakan template atau author guidelines. Kesalahan umum berikutnya adalah mengabaikan panduan tersebut, misalnya menggunakan format skripsi, format tugas kuliah, atau format jurnal lain. Editor sering kali langsung mengembalikan naskah yang tidak mengikuti template karena dianggap belum siap dinilai.
Beberapa hal yang perlu diperiksa:
- Ukuran kertas, margin, jenis huruf, dan spasi.
- Struktur bagian: abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, serta daftar pustaka.
- Panjang abstrak dan jumlah kata kunci.
- Gaya sitasi dan daftar pustaka, apakah menggunakan APA, MLA, atau gaya lain yang ditentukan jurnal.
- Penulisan judul, afiliasi, dan alamat korespondensi.
Jika jurnal menyediakan file template, gunakan file tersebut sebagai dasar penulisan. Jangan menyalin naskah dari dokumen lama tanpa menyesuaikan formatnya. Perbedaan kecil seperti spasi ganda atau penomoran halaman bisa menjadi catatan administratif yang memperlambat proses.
Langkah 3: Periksa Kembali Isi, Data, dan Sitasi
Setelah format sesuai, periksa isi naskah secara menyeluruh. Kesalahan umum pada tahap ini meliputi data yang tidak konsisten, tabel dan gambar yang tidak diberi keterangan, serta sitasi yang tidak lengkap. Editor dan reviewer sangat memperhatikan konsistensi antara klaim, data, dan rujukan.
Lakukan pemeriksaan berikut:
- Pastikan setiap klaim dalam pendahuluan dan pembahasan didukung oleh data atau rujukan yang relevan.
- Cek kesesuaian antara angka di abstrak, hasil, dan kesimpulan.
- Periksa apakah semua tabel dan gambar sudah dirujuk dalam teks.
- Pastikan daftar pustaka hanya memuat sumber yang benar-benar dikutip, dan sebaliknya.
- Hindari sitasi yang tidak dapat diverifikasi atau sumber yang tidak jelas.
Perlu diingat bahwa kesalahan kecil pada data atau sitasi bisa menimbulkan keraguan terhadap integritas naskah. Karena itu, luangkan waktu untuk membaca ulang naskah dari awal hingga akhir sebelum submit.
Langkah 4: Siapkan Berkas Pendukung dan Lakukan Submit dengan Teliti
Banyak jurnal nasional meminta berkas tambahan seperti surat pernyataan keaslian naskah, pernyataan konflik kepentingan, atau informasi kontribusi penulis. Kesalahan umum adalah mengirim naskah tanpa berkas pendukung tersebut, sehingga proses submit tidak lengkap.
Sebelum menekan tombol submit, pastikan:
- Naskah utama sudah dalam format yang diminta, misalnya docx atau pdf.
- Berkas pendukung sudah disiapkan dan diberi nama sesuai ketentuan.
- Data penulis, afiliasi, dan alamat email aktif sudah benar.
- Judul, abstrak, dan kata kunci sudah sesuai dengan isi naskah.
- Anda sudah membaca ulang seluruh isian pada sistem submit.
Setelah submit, simpan bukti pengiriman atau nomor naskah. Pantau status naskah secara berkala melalui akun jurnal. Jika ada permintaan revisi administratif, tanggapi dengan cepat dan sopan. Hindari mengirim email berulang hanya untuk menanyakan status, karena dapat mengganggu proses editorial.
Submit artikel bukan sekadar mengunggah file. Ini adalah tahap komunikasi profesional antara penulis dan editor, sehingga ketelitian dan kesabaran sangat menentukan.
Checklist Pra-Submit yang Bisa Anda Gunakan
Berikut checklist ringkas yang dapat Anda gunakan sebelum mengirim naskah ke jurnal nasional:
- Topik naskah sesuai dengan ruang lingkup jurnal.
- Format naskah mengikuti template dan author guidelines.
- Abstrak, kata kunci, dan struktur bagian sudah lengkap.
- Data, tabel, gambar, dan sitasi sudah diperiksa.
- Daftar pustaka konsisten dan dapat diverifikasi.
- Berkas pendukung sudah disiapkan.
- Data penulis dan afiliasi sudah benar.
- Bukti submit sudah disimpan.
Penutup
Kesalahan umum saat submit artikel ke jurnal nasional sering kali bukan disebabkan oleh kualitas riset yang rendah, melainkan oleh ketidaktelitian pada tahap persiapan dan pengiriman. Dengan mengikuti langkah demi langkah di atas, Anda dapat mengurangi risiko penolakan administratif dan memberi kesempatan yang lebih besar bagi naskah Anda untuk dinilai secara substantif.
Pada seri berikutnya, pembahasan akan berlanjut ke aspek lain yang juga sering menjadi kendala penulis. Sementara itu, mulailah dari langkah paling dasar: pastikan naskah Anda benar-benar siap sebelum dikirim. Ketelitian pada tahap submit adalah investasi waktu yang sepadan untuk hasil yang lebih baik.