Format Jurnal

Panduan Langkah demi Langkah Menyusun Format Jurnal Sinta 1 yang Siap Submit

Panduan praktis dan bertahap menyusun naskah sesuai format jurnal Sinta 1, mulai dari memahami pedoman author guidelines, struktur IMRaD, tata cara sitasi, hingga checklist sebelum submit.

Tim Editorial Elevate 4 menit baca 31 kali dibaca

Menembus jurnal terakreditasi Sinta 1 adalah target yang realistis bagi banyak penulis, dosen, peneliti, dan mahasiswa, asalkan naskah disusun dengan disiplin mengikuti format yang ditetapkan. Masalahnya, banyak naskah bagus tertahan di tahap awal hanya karena tidak sesuai format jurnal Sinta 1 yang berlaku di jurnal tujuan. Artikel ini menyajikan panduan langkah demi langkah yang bisa Anda ikuti secara berurutan, dari membaca pedoman penulis hingga melakukan pemeriksaan akhir sebelum mengirim naskah.

Perlu dipahami sejak awal bahwa tidak ada satu format tunggal yang berlaku untuk semua jurnal Sinta 1. Setiap jurnal memiliki author guidelines masing-masing. Karena itu, panduan ini bersifat kerangka kerja: Anda tetap wajib menyesuaikan detail teknis dengan ketentuan jurnal yang Anda tuju.

Langkah 1: Pahami Dulu Apa Itu Jurnal Sinta 1 dan Implikasinya

Sinta (Science and Technology Index) adalah sistem indeksasi jurnal ilmiah Indonesia yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi. Peringkat akreditasi jurnal ditetapkan melalui proses evaluasi berkala. Jurnal dengan peringkat tertinggi umumnya dinilai ketat pada aspek mutu substansi, konsistensi gaya penulisan, kualitas tata kelola, dan kepatuhan pada etika publikasi.

Implikasi praktisnya bagi penulis:

  • Naskah harus memiliki kontribusi keilmuan yang jelas, bukan sekadar laporan kegiatan.
  • Struktur, gaya sitasi, dan format tabel/gambar harus konsisten.
  • Rujukan primer dan mutakhir lebih diutamakan daripada rujukan sekunder.
  • Naskah harus lolos pemeriksaan kesamaan (similarity) sesuai ambang yang ditetapkan jurnal.

Karena itu, langkah pertama bukan langsung menulis, melainkan memahami ekspektasi jurnal tujuan.

Langkah 2: Baca Author Guidelines dan Template Jurnal Tujuan

Ini langkah yang paling sering dilewati, padahal paling menentukan. Buka laman resmi jurnal, lalu unduh:

  1. Author guidelines (pedoman penulis) versi terbaru.
  2. Template naskah resmi, jika tersedia.
  3. Contoh artikel terbit minimal dua edisi terakhir.

Dari ketiga dokumen itu, catat hal-hal berikut:

  • Panjang naskah (jumlah kata atau halaman).
  • Struktur bagian yang diwajibkan (misalnya: Pendahuluan, Metode, Hasil dan Pembahasan, Kesimpulan).
  • Gaya sitasi dan daftar rujukan (misalnya APA, IEEE, atau gaya lain yang ditetapkan jurnal).
  • Format abstrak: berapa kata, apakah structured abstract atau tidak, dan apakah disertai kata kunci.
  • Ketentuan tabel, gambar, persamaan, dan satuan.
  • Berkas tambahan yang diminta (surat pernyataan, data pendukung, dan sejenisnya).
Tips praktis: buat satu berkas catatan berisi ringkasan ketentuan jurnal. Tempel catatan itu di samping dokumen kerja Anda agar mudah dicek berulang kali.

Langkah 3: Susun Kerangka Naskah Sesuai Struktur yang Diminta

Setelah ketentuan jurnal jelas, susun kerangka. Sebagian besar jurnal Sinta 1 menggunakan struktur IMRaD (Introduction, Methods, Results, and Discussion) atau variasi yang mendekatinya. Kerangka umum yang bisa Anda pakai:

  1. Judul — ringkas, spesifik, mencerminkan isi.
  2. Abstrak — tujuan, metode, temuan utama, dan implikasi.
  3. Kata kunci — 3–5 istilah yang relevan.
  4. Pendahuluan — latar belakang, celah penelitian, dan tujuan.
  5. Metode — desain, subjek/data, instrumen, dan analisis.
  6. Hasil — temuan tanpa interpretasi berlebihan.
  7. Pembahasan — tafsir temuan, kaitkan dengan literatur.
  8. Kesimpulan — jawaban atas tujuan, bukan ringkasan ulang.
  9. Daftar Rujukan — hanya yang disitasi di badan naskah.

Kerangka ini membantu Anda menjaga alur argumen dan mencegah bagian yang tumpang tindih.

Langkah 4: Tulis Isi dengan Disiplin Format

Saat menulis, perhatikan hal-hal teknis berikut agar naskah tidak langsung dikembalikan oleh editor:

  • Judul dan abstrak ditulis sesuai batas kata yang diminta. Hindari singkatan yang tidak lazim.
  • Pendahuluan fokus pada celah penelitian, bukan uraian panjang teori dasar.
  • Metode ditulis cukup rinci agar dapat direplikasi, termasuk teknik analisis.
  • Hasil disajikan lewat tabel, gambar, atau narasi yang tidak berulang.
  • Pembahasan mengaitkan temuan dengan penelitian sebelumnya dan menjelaskan implikasinya.
  • Kesimpulan menjawab tujuan penelitian secara langsung.

Untuk sitasi, gunakan gaya yang ditetapkan jurnal secara konsisten. Jangan mencampur beberapa gaya dalam satu naskah. Pastikan setiap rujukan di daftar pustaka benar-benar disitasi di badan naskah, dan sebaliknya.

Langkah 5: Rapikan Elemen Visual dan Berkas Pendukung

Banyak naskah ditolak di tahap teknis karena tabel dan gambar tidak sesuai ketentuan. Periksa hal berikut:

  • Judul tabel diletakkan di atas tabel; judul gambar di bawah gambar (sesuai ketentuan jurnal).
  • Resolusi gambar memadai dan tidak pecah saat diperbesar.
  • Penomoran tabel, gambar, dan persamaan berurutan.
  • Satuan pengukuran konsisten (misalnya SI).
  • Berkas tambahan seperti surat pernyataan orisinalitas, konflik kepentingan, atau data pendukung disiapkan bila diminta.

Langkah 6: Lakukan Pemeriksaan Akhir Sebelum Submit

Sebelum mengirim, lakukan pemeriksaan menyeluruh. Gunakan daftar berikut sebagai panduan:

  • Naskah sudah sesuai template dan batas panjang yang diminta.
  • Abstrak memuat tujuan, metode, temuan, dan implikasi.
  • Struktur bagian sesuai pedoman jurnal.
  • Gaya sitasi dan daftar rujukan konsisten.
  • Semua rujukan di daftar pustaka disitasi di badan naskah.
  • Tabel dan gambar lengkap, jelas, dan diberi keterangan.
  • Naskah sudah dibaca ulang untuk kesalahan tata bahasa dan ejaan.
  • Metadata penulis dan afiliasi sudah benar.
  • Berkas pendukung sudah disiapkan.

Jika memungkinkan, minta rekan sebidang membaca naskah Anda sebelum submit. Masukan dari pembaca pertama sering menemukan hal yang terlewat oleh penulis sendiri.

Penutup

Menyusun naskah sesuai format jurnal Sinta 1 pada dasarnya adalah soal disiplin mengikuti pedoman dan ketelitian pada detail. Mulailah dari membaca author guidelines dan template jurnal tujuan, susun kerangka yang sesuai, tulis dengan gaya sitasi yang konsisten, rapikan elemen visual, lalu lakukan pemeriksaan akhir. Dengan alur langkah demi langkah ini, peluang naskah Anda lolos ke tahap review menjadi lebih besar, dan Anda terhindar dari penolakan teknis yang sebenarnya bisa dihindari.

Ingat bahwa setiap jurnal memiliki ketentuan spesifik. Jadikan panduan ini sebagai kerangka kerja, lalu sesuaikan dengan aturan resmi jurnal yang Anda tuju.

Format Jurnal Sinta 1Penulisan Artikel IlmiahPublikasi JurnalSintaPanduan Submit Jurnal

Artikel terkait