Banyak penulis menghabiskan waktu berbulan-bulan menyusun artikel, tetapi mengirimkannya ke jurnal yang sejak awal tidak cocok dengan topik dan jenis penelitiannya. Akibatnya, artikel ditolak bukan karena kualitas isi, melainkan karena tidak sesuai scope. Artikel ini adalah seri kedua dari lima dan berfokus pada satu sudut: checklist dan kesalahan umum saat membaca scope jurnal.
Membaca scope bukan sekadar melihat judul jurnal. Scope adalah pernyataan resmi tentang ruang lingkup keilmuan, jenis artikel, metode yang diterima, dan batas topik yang dikelola redaksi. Memahami scope secara tepat adalah keterampilan teknis yang bisa dilatih, bukan bakat.
Mengapa Scope Sering Diabaikan Penulis
Ada beberapa alasan mengapa penulis melewatkan pembacaan scope secara serius. Pertama, penulis biasanya mulai dari daftar jurnal yang direkomendasikan orang lain, bukan dari kebutuhan artikelnya sendiri. Kedua, informasi scope sering tersebar di beberapa halaman: Aims and Scope, Author Guidelines, dan halaman Section atau Article Types. Ketiga, penulis terburu-buru karena target tenggat, sehingga hanya membaca judul jurnal dan langsung membuka template.
Padahal, keputusan editor pada tahap awal (desk review) sangat bergantung pada kesesuaian topik dengan scope. Jika topik dianggap di luar cakupan, artikel bisa dikembalikan tanpa dinilai substansinya. Karena itu, membaca scope adalah langkah strategis, bukan administratif.
Checklist Praktis Membaca Scope Jurnal
Gunakan checklist berikut secara berurutan. Anda bisa mencatatnya di lembar kerja sederhana agar mudah dibandingkan antarjurnal.
- Baca pernyataan Aims and Scope secara utuh. Jangan hanya membaca kalimat pertama. Perhatikan kata kunci bidang, batasan disiplin, dan penekanan khusus yang disebutkan.
- Identifikasi jenis artikel yang diterima. Apakah jurnal menerima artikel riset empiris, kajian literatur, studi kasus, atau catatan teknis? Pastikan jenis tulisan Anda termasuk di dalamnya.
- Periksa metode dan pendekatan. Sebagian jurnal menekankan penelitian kuantitatif, sebagian kualitatif, dan sebagian lain menerima keduanya. Sesuaikan dengan desain penelitian Anda.
- Cek daftar Section atau Article Types. Bagian ini biasanya menjelaskan secara lebih rinci topik apa yang dikelola setiap seksi.
- Baca Author Guidelines. Di sini biasanya ada informasi tentang panjang artikel, format referensi, struktur wajib, dan batasan lain yang berkaitan dengan scope.
- Amati artikel yang sudah terbit. Lihat beberapa edisi terakhir. Apakah topik, metode, dan gaya penulisannya mirip dengan artikel Anda?
- Perhatikan pernyataan tentang batasan. Beberapa jurnal secara eksplisit menyatakan tidak menerima topik tertentu, misalnya studi tanpa data primer atau kajian yang sangat lokal.
- Catat kata kunci scope. Bandingkan kata kunci ini dengan kata kunci artikel Anda. Kesesuaian kata kunci membantu menilai kedekatan topik.
Setelah checklist ini selesai, Anda akan memiliki gambaran yang lebih jelas apakah artikel Anda benar-benar berada di dalam cakupan jurnal atau hanya beririsan tipis.
Kesalahan Umum yang Membuat Artikel Salah Tujuan
Berikut beberapa kesalahan yang sering muncul, disertai cara menghindarinya.
- Hanya membaca judul jurnal. Judul tidak selalu mencerminkan cakupan rinci. Selalu buka halaman scope resmi.
- Menganggap semua jurnal dalam satu bidang itu sama. Dua jurnal di bidang yang sama bisa memiliki penekanan berbeda, misalnya teori versus praktik.
- Mengabaikan jenis artikel. Artikel kajian literatur yang dikirim ke jurnal yang hanya menerima riset empiris hampir pasti tidak sesuai.
- Melewatkan bagian Author Guidelines. Banyak informasi penting tentang scope justru ada di sana, bukan di halaman utama.
- Tidak melihat artikel terbitan terbaru. Tren topik dan metode bisa berubah dari tahun ke tahun.
- Mengabaikan pernyataan batasan. Jika jurnal menyatakan tidak menerima topik tertentu, jangan memaksakan mengirim.
- Menilai hanya dari faktor lain. Reputasi atau indeksasi jurnal tidak menggantikan kesesuaian scope.
- Tidak membandingkan beberapa jurnal. Membandingkan dua sampai tiga jurnal membantu Anda melihat posisi artikel secara lebih objektif.
Kesesuaian scope adalah syarat awal yang menentukan apakah artikel Anda akan dibaca secara substansi atau dikembalikan lebih cepat.
Langkah Praktis Sebelum Mengirim Artikel
Setelah membaca scope, lakukan langkah berikut sebagai verifikasi akhir.
- Tulis satu paragraf ringkas yang menjelaskan mengapa artikel Anda sesuai dengan scope jurnal. Jika Anda kesulitan menulisnya, kemungkinan kesesuaiannya lemah.
- Cocokkan kata kunci artikel dengan kata kunci yang muncul di scope dan artikel terbitan.
- Periksa kembali jenis artikel dan metode yang Anda gunakan terhadap ketentuan jurnal.
- Baca ulang Author Guidelines untuk memastikan tidak ada ketentuan yang terlewat.
- Minta rekan sebidang membaca scope dan abstrak Anda, lalu tanyakan apakah keduanya terasa selaras.
Langkah-langkah ini sederhana, tetapi secara konsisten membantu mengurangi risiko artikel dikembalikan karena alasan kesesuaian.
Penutup
Membaca scope jurnal adalah keterampilan yang menentukan efisiensi proses publikasi. Dengan checklist yang jelas dan kesadaran terhadap kesalahan umum, Anda dapat menilai kesesuaian artikel secara lebih objektif sebelum mengirimkannya. Pada seri berikutnya, pembahasan akan berlanjut ke aspek lain dalam memilih dan menyesuaikan artikel dengan jurnal tujuan.