Penulisan Ilmiah

Cara Membaca Scope Jurnal Agar Artikel Tidak Salah Tujuan: Panduan Langkah demi Langkah

Panduan praktis langkah demi langkah membaca scope jurnal agar naskah Anda tidak ditolak karena salah tujuan. Mulai dari mengenali jenis jurnal hingga menyusun catatan kesesuaian sebelum submit.

Tim Editorial Elevate 5 menit baca 32 kali dibaca

Banyak penulis menghabiskan waktu berbulan-bulan menyusun naskah, lalu kecewa karena ditolak dengan alasan sederhana: out of scope. Penolakan ini bukan soal kualitas riset, melainkan soal kecocokan. Scope jurnal adalah peta yang memberi tahu Anda jenis pertanyaan, metode, dan pembaca seperti apa yang dicari sebuah jurnal. Artikel ini adalah bagian keempat dari seri lima tentang strategi publikasi, dan kali ini kita fokus pada satu keterampilan yang sering diabaikan: membaca scope jurnal secara sistematis, langkah demi langkah, sebelum Anda menekan tombol submit.

Langkah 1: Pahami Apa Itu Scope Jurnal Sebelum Membacanya

Scope jurnal adalah pernyataan resmi tentang ruang lingkup keilmuan yang menjadi fokus publikasi tersebut. Ia biasanya muncul di halaman Aims and Scope, About the Journal, atau bagian depan situs jurnal. Isinya menjelaskan topik apa yang diterima, pendekatan yang diutamakan, dan kadang topik yang secara eksplisit tidak diterima.

Scope berbeda dari author guidelines. Author guidelines mengatur format teknis seperti panjang naskah, gaya sitasi, dan struktur bagian. Scope mengatur substansi: apakah naskah Anda relevan secara keilmuan. Keduanya harus dibaca, tetapi scope dibaca lebih dahulu karena ia menentukan apakah naskah Anda layak dipertimbangkan sama sekali.

Sebelum membaca lebih jauh, siapkan tiga hal: daftar jurnal target, catatan singkat tentang naskah Anda (topik, metode, dan kontribusi utama), serta waktu khusus untuk membaca dengan tenang. Membaca scope sambil lalu sering menghasilkan kesimpulan yang salah.

Langkah 2: Baca Pernyataan Scope Secara Utuh, Bukan Sekadar Judul Jurnal

Kesalahan umum adalah menilai kecocokan hanya dari nama jurnal. Nama jurnal bisa menyesatkan. Jurnal dengan kata education di judulnya belum tentu menerima kajian kebijakan pendidikan, dan jurnal dengan kata management belum tentu menerima studi kasus organisasi nirlaba.

Bacalah pernyataan scope dari kalimat pertama hingga terakhir. Perhatikan tiga hal:

  • Ruang lingkup topik: bidang besar apa yang dicakup, dan seberapa spesifik batasannya.
  • Pendekatan yang diutamakan: apakah jurnal menekankan kajian teoretis, empiris, terapan, atau interdisipliner.
  • Pernyataan pengecualian: beberapa jurnal menuliskan topik yang tidak mereka terima. Bagian ini sering terlewat dan justru paling menentukan.

Jika scope ditulis dalam bahasa Inggris, jangan hanya mengandalkan terjemahan mesin. Baca versi aslinya untuk menangkap nuansa, terutama pada kata seperti may consider, primarily, atau focus on yang menunjukkan prioritas, bukan larangan mutlak.

Langkah 3: Bandingkan Scope dengan Naskah Anda Menggunakan Tiga Pertanyaan Kunci

Setelah scope dipahami, lakukan pencocokan aktif. Ada tiga pertanyaan yang bisa Anda gunakan sebagai alat uji cepat:

  1. Apakah topik naskah saya termasuk dalam daftar topik yang disebut scope? Jika topik Anda hanya bersinggungan secara jauh, kemungkinan besar naskah akan dianggap tidak relevan.
  2. Apakah metode dan jenis kontribusi saya sesuai dengan yang diutamakan jurnal? Jurnal yang menekankan studi empiris kuantitatif mungkin kurang cocok untuk kajian konseptual murni, dan sebaliknya.
  3. Apakah pembaca jurnal ini adalah audiens yang tepat untuk temuan saya? Jika temuan Anda ditujukan untuk praktisi, jurnal yang berorientasi teoretis mungkin bukan rumah yang tepat.

Jawaban atas ketiga pertanyaan ini sebaiknya ditulis, bukan hanya dipikirkan. Menuliskannya memaksa Anda jujur tentang tingkat kecocokan dan memudahkan Anda memutuskan langkah berikutnya.

Langkah 4: Periksa Bukti Nyata Melalui Artikel yang Sudah Terbit

Pernyataan scope adalah janji; artikel yang sudah terbit adalah bukti. Cara paling andal untuk memverifikasi kecocokan adalah membaca beberapa artikel terbaru di jurnal tersebut, idealnya dari satu hingga dua tahun terakhir.

Perhatikan pola berikut:

  • Topik yang berulang: tema apa yang sering muncul, dan apakah tema Anda berada di dalamnya.
  • Jenis metode: apakah mayoritas artikel menggunakan pendekatan yang mirip dengan naskah Anda.
  • Struktur dan gaya penulisan: seberapa panjang bagian diskusi, bagaimana penulis membingkai kontribusi, dan bagaimana mereka merujuk pada literatur.
  • Asal penulis: beberapa jurnal memiliki kecenderungan tertentu, meskipun ini bukan aturan resmi dan tidak boleh dijadikan satu-satunya pertimbangan.

Jika Anda menemukan setidaknya dua atau tiga artikel terbaru yang mirip dengan naskah Anda, itu indikasi positif. Jika tidak ada satu pun yang mendekati, pertimbangkan kembali pilihan jurnal Anda.

Langkah 5: Cek Konsistensi Antara Scope, Author Guidelines, dan Kebijakan Jurnal

Scope tidak berdiri sendiri. Ia harus dibaca bersama author guidelines dan kebijakan jurnal. Kadang ada ketidaksesuaian kecil, misalnya scope menyebut menerima kajian interdisipliner, tetapi author guidelines membatasi jenis data tertentu. Ketidaksesuaian seperti ini bukan alasan untuk menyerah, tetapi perlu Anda catat dan, bila perlu, tanyakan kepada editor melalui surel singkat yang sopan.

Beberapa hal yang perlu Anda periksa pada tahap ini:

  • Apakah ada batasan jenis artikel, seperti research article, review, atau short communication.
  • Apakah jurnal menerima naskah dalam bahasa tertentu.
  • Apakah ada ketentuan khusus tentang etika penelitian, data, atau konflik kepentingan yang relevan dengan naskah Anda.

Membaca ketiga dokumen ini secara bersamaan membantu Anda menghindari penolakan teknis yang sebenarnya bisa dicegah.

Checklist Praktis Sebelum Menentukan Jurnal Target

Gunakan daftar berikut sebagai pemeriksaan akhir. Anda tidak perlu menjawab semuanya dengan sempurna, tetapi semakin banyak yang terpenuhi, semakin besar peluang naskah Anda dipertimbangkan.

  • Saya sudah membaca pernyataan scope secara utuh, bukan hanya judul jurnal.
  • Saya bisa menjelaskan dalam satu kalimat mengapa topik naskah saya termasuk dalam scope.
  • Metode dan jenis kontribusi naskah saya sesuai dengan yang diutamakan jurnal.
  • Saya menemukan minimal dua artikel terbaru yang mirip dengan naskah saya.
  • Saya sudah membaca author guidelines dan mencatat persyaratan teknisnya.
  • Saya memahami audiens jurnal dan yakin temuan saya relevan bagi mereka.
  • Saya sudah mencatat bagian scope yang ambigu dan siap menanyakannya kepada editor bila perlu.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membaca Scope

Beberapa kesalahan berikut muncul berulang dan sebaiknya Anda hindari:

  • Membaca scope hanya sekali dan terburu-buru. Scope perlu dibaca dengan niat memahami, bukan sekadar memindai.
  • Mengandalkan nama jurnal. Nama jurnal bukan pengganti pernyataan scope.
  • Mengabaikan artikel terbit. Bukti nyata lebih meyakinkan daripada janji di halaman about.
  • Tidak menuliskan alasan kecocokan. Tanpa catatan tertulis, Anda mudah membenarkan pilihan yang sebenarnya kurang tepat.
  • Menyerah pada ketidaksesuaian kecil. Tidak semua ketidaksesuaian berarti penolakan; sebagian bisa diklarifikasi.

Penutup: Scope sebagai Kompas, Bukan Sekadar Formalitas

Membaca scope jurnal adalah keterampilan yang bisa dilatih. Ia bukan formalitas sebelum submit, melainkan kompas yang mengarahkan naskah Anda ke tempat yang tepat. Dengan mengikuti lima langkah di atas, Anda mengurangi risiko penolakan karena out of scope, menghemat waktu, dan meningkatkan peluang naskah Anda masuk ke tahap review yang sesungguhnya.

Ingat bahwa tujuan akhirnya bukan sekadar diterima, tetapi diterbitkan di tempat yang benar-benar membaca dan menghargai kontribusi Anda. Luangkan waktu untuk membaca scope dengan cermat, bandingkan dengan naskah Anda secara jujur, dan gunakan checklist di atas sebagai pengingat. Pada artikel berikutnya dalam seri ini, kita akan membahas langkah lanjutan setelah Anda menemukan jurnal yang sesuai.

penulisan ilmiahscope jurnalpublikasi akademikstrategi submit jurnalpenulis akademik

Artikel terkait