Penulisan Ilmiah

Penjelasan Bahasa Akademik Indonesia–Inggris: Panduan Langkah demi Langkah untuk Penulis Ilmiah

Panduan praktis memahami dan menerapkan bahasa akademik Indonesia–Inggris secara bertahap, mulai dari mengenali konvensi, menyusun kalimat, hingga menyunting naskah agar layak publikasi.

Tim Editorial Elevate 4 menit baca 39 kali dibaca

Menulis karya ilmiah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sering terasa seperti dua dunia yang berbeda. Padahal, keduanya memiliki logika akademik yang bisa dipelajari secara bertahap. Banyak penulis, dosen, peneliti, dan mahasiswa merasa kesulitan bukan karena kurang menguasai kosakata, melainkan karena belum memahami konvensi bahasa akademik yang berlaku di masing-masing bahasa. Artikel ini menyajikan panduan langkah demi langkah untuk membantu Anda menulis dan menyunting naskah akademik secara lebih percaya diri, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Langkah 1: Memahami Karakter Dasar Bahasa Akademik Indonesia dan Inggris

Bahasa akademik adalah ragam bahasa yang digunakan untuk menyampaikan gagasan ilmiah secara objektif, sistematis, dan dapat diverifikasi. Baik dalam bahasa Indonesia maupun Inggris, ciri utamanya meliputi ketepatan istilah, kejelasan hubungan antargagasan, serta penghindaran bahasa kiasan yang berlebihan.

Meski demikian, ada perbedaan gaya yang perlu dicermati. Bahasa akademik Indonesia cenderung menggunakan kalimat yang lebih panjang dan formal, sementara bahasa akademik Inggris modern lebih menyukai kalimat ringkas, aktif, dan langsung pada inti. Perbedaan ini bukan soal benar atau salah, melainkan soal konvensi pembaca.

Kunci pertama menulis akademik adalah mengenali siapa pembaca Anda dan konvensi apa yang mereka harapkan.

Pada tahap ini, lakukan hal berikut:

  1. Baca minimal tiga artikel jurnal dari bidang Anda, satu dalam bahasa Indonesia dan dua dalam bahasa Inggris.
  2. Catat pola kalimat, pilihan kata, dan cara penulis menyampaikan argumen.
  3. Tandai perbedaan gaya yang paling mencolok antara kedua bahasa.

Langkah 2: Menyusun Kalimat Akademik yang Jelas dan Objektif

Kalimat akademik yang baik menyampaikan satu gagasan utama dengan jelas. Dalam bahasa Indonesia, hindari kalimat yang terlalu berputar atau ambigu. Dalam bahasa Inggris, hindari kalimat yang terlalu panjang dan berlapis.

Beberapa prinsip yang dapat diterapkan:

  • Satu paragraf, satu gagasan utama. Setiap paragraf sebaiknya memiliki kalimat topik dan penjelas yang mendukungnya.
  • Gunakan kata kerja yang tepat. Pilih verba yang spesifik, seperti menganalisis, mengukur, atau menyimpulkan, bukan kata umum seperti membahas.
  • Hindari klaim tanpa dasar. Setiap pernyataan normatif sebaiknya didukung data, teori, atau rujukan.
  • Jaga konsistensi istilah. Jika Anda memakai istilah variabel dependen, gunakan istilah itu secara konsisten, tidak berganti-ganti dengan variabel terikat tanpa alasan.

Dalam bahasa Inggris, perhatikan pula penggunaan hedging atau ungkapan kehati-hatian, seperti may, suggests, atau appears to, yang lazim digunakan untuk menyampaikan temuan secara proporsional.

Langkah 3: Menerjemahkan Gagasan, Bukan Kata per Kata

Salah satu kesalahan umum penulis Indonesia adalah menerjemahkan naskah kata per kata. Hasilnya sering terdengar kaku dan tidak natural. Terjemahan akademik yang baik menyesuaikan struktur kalimat, pilihan kata, dan gaya penyampaian dengan konvensi bahasa target.

Langkah praktis yang dapat dilakukan:

  1. Tulis draf awal dalam bahasa yang paling Anda kuasai.
  2. Identifikasi gagasan inti setiap paragraf.
  3. Tulis ulang gagasan tersebut dalam bahasa target, bukan menerjemahkan kalimat per kalimat.
  4. Bandingkan hasilnya dengan artikel jurnal berbahasa target untuk memastikan gaya sudah sesuai.

Perhatikan juga istilah teknis yang memiliki padanan baku. Dalam bahasa Indonesia, gunakan istilah yang telah dibakukan oleh badan bahasa atau kamus bidang ilmu. Dalam bahasa Inggris, gunakan istilah yang lazim dalam literatur internasional bidang Anda.

Langkah 4: Menyunting Naskah Secara Bertahap

Menyunting adalah tahap yang sering dilewatkan, padahal sangat menentukan kualitas naskah. Lakukan penyuntingan dalam beberapa lapis agar tidak kewalahan.

Lapis 1: Struktur dan Alur

  • Periksa apakah setiap bagian memiliki fungsi yang jelas: pendahuluan, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan.
  • Pastikan alur argumen mengalir dari satu bagian ke bagian berikutnya.

Lapis 2: Kalimat dan Paragraf

  • Potong kalimat yang terlalu panjang atau berulang.
  • Pastikan setiap paragraf memiliki kalimat topik yang jelas.
  • Hilangkan kata mubazir seperti sangat, benar-benar, atau pada dasarnya jika tidak menambah makna.

Lapis 3: Ejaan, Istilah, dan Konsistensi

  • Periksa ejaan sesuai pedoman bahasa yang digunakan.
  • Pastikan istilah teknis digunakan secara konsisten.
  • Periksa format sitasi dan daftar rujukan.

Checklist Praktis Sebelum Mengirim Naskah

Gunakan daftar berikut sebagai pemeriksaan akhir sebelum naskah dikirim ke jurnal atau dosen pembimbing.

  • Apakah judul sudah mencerminkan isi secara tepat dan ringkas?
  • Apakah abstrak memuat tujuan, metode, temuan utama, dan implikasi?
  • Apakah setiap klaim didukung data atau rujukan yang relevan?
  • Apakah istilah teknis digunakan secara konsisten?
  • Apakah struktur kalimat sesuai konvensi bahasa target?
  • Apakah format sitasi dan daftar rujukan sudah sesuai gaya jurnal?
  • Apakah naskah sudah dibaca ulang oleh rekan sejawat atau pembaca kritis?

Penutup

Menulis dalam bahasa akademik Indonesia dan Inggris adalah keterampilan yang dapat dilatih secara bertahap. Mulailah dengan memahami konvensi, menyusun kalimat yang jelas, menerjemahkan gagasan alih-alih kata, dan menyunting secara berlapis. Dengan latihan yang konsisten, Anda akan semakin percaya diri menyampaikan gagasan ilmiah kepada pembaca yang lebih luas. Ingatlah bahwa kualitas naskah akademik tidak ditentukan oleh panjangnya, melainkan oleh kejelasan, ketepatan, dan kejujuran intelektual.

penulisan ilmiahbahasa akademikIndonesia-Inggrispanduan menulispenyuntingan naskahpublikasi ilmiah

Artikel terkait